Sumber Pendanaan Untuk Perusahaan

Beberapa Jenis Sumber Pendanaan Untuk Perusahaan

Suatu perusahaan yang didirikan di pasar tertentu yang keuntungannya meningkat secara eksponensial dan mencapai skala ekonomi tentu merupakan ciri perusahaan yang siap melakukan ekspansi. Ekspansi ini dapat dilakukan baik melalui pertumbuhan organik ( memperluas kapasitas produksi dan pengaturan sistem distribusi yang tepat) ataupun melalui akuisisi.

Bagaimanapun juga, ekspansi membutuhkan pendanaan dan dukungan kapitalis ventura, baik untuk pertumbuhan organik ataupun akuisisi dan ekspansi.

Pada tahap ini, umpan balik dari konsumen digunakan untuk menganalisis persaingan. Seorang enterpreneur perlu mengembangkan tim manajerial untuk menangani pertumbuhan dan untuk mengelola bisnis yang lebih besar.

Jangka waktu realisasi investasi pengembangan atau ekspansi adalah satu sampai tiga tahun. Hal ini disukai oleh kapitalis ventura karena menawarkan imbalan yang lebih tinggi dalam periode waktu yang lebih singkat dengan risiko rendah.

Dana ini dibutuhkan untuk membangun pabrik baru atau memperbesar pabrik dan gudang.  Lebih lanjut, berikut beberapa macam pendanaan yang ada pada sebuah perusahaan.

Pendanaan Untuk Pengantin

Pendanaan ini hanya menggantikan satu pemegang saham dengan saham lainya. Tidak menambah modal baru karena akan mengubah struktur kepemilikan.

Kapitalis ventura membeli saham dari seorang enterpreneur dan rekan-rekan mereka yang mungkin digunakan untuk mengurangi saham mereka di perusahaan yang tidak go publick. Mereka juga membeli saham biasa dari non promotor dan mengonversikannya ke saham dengan dividen tetap. Kemudian, menjual perusahaan atau mencatatkan pada bursa saham.

Pendanaan Buy-Out dan Buy-In

Pendanaan ini merupakan perkembangan dan bentuk baru dari investasi oleh kapitalis ventura. Dana yang disediakan bagi manajemen yang sedang beroperasi digunakan untuk mendapatkan atau membeli saham-saham bisnis yang mereka kelola dalam jumlah yang signifikan. Hal itu disebut sebagai manajemen buyout. Sebaliknya, manajemen buyin merupakan dana yang disediakan untuk memungkinkan seorang manajer atau sekelompok manajer membeli saham dari luar perusahaan untuk dibawa ke dalam perusahaan.

Buyout dan buyin adalah bentuk modal ventura paling populer di antara pendanaan tahap lanjut. Hal ini karena jenis pendanaan ini memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi dalam bisnis yang kuat, berkelanjutan, dan lebih matang. Dana disediakan untuk memperoleh dan merevitalisasi lini produk yang sudah ada atau divisi utama bisnis.

MBO (management buy-out ) memiliki risiko rendah karena perusahaan yang akan dibeli memiliki arus kas positif. Arus kas positif akan memberikan return reguler ke kapitalis ventura di mana struktur investasi mereka merupakan kombinasi ekuitas.

Akhir-akhir ini telah terjadi pergeseran secara bertahap dari startup dan keuangan awal menjadi peluang investasi MBO. Pergeseran ini terjadi karena risiko buyout lebih rendah daripada investasi pada startup bisnis.

Pendanaan Turnaround

Pendanaan turnaround merupakan bentuk langka dari keuangan tahap lanjut di mana sebagian besar kapitalis ventura menghindarinya. Pendanaan turnaround mempunyai tingkat risiko yang amat tinggi.

Ketika suatu perusahaan yang telah mapan dinyatakan sakit, perusahaan akan membutuhkan pendanaan dan bantuan manajemen untuk melakukan restrukturisasi besar untuk merevitalisasi pertumbuhan keuntungan.

Pada tahap awal perkembangan, perusahaan sering memiliki untung lebih tinggi daripada equitas. Perusahaan-perusahaan yang sakit pada perkembangan tahap selanjutnya biasanya tidak memiliki beban  utan yang tinggi, tetapi kompetensi stafnya rendah di berbagai level.

Perusahaan tersebut dipaksa untuk melepaskan kendali pada manajemen baru. Kapitalis ventura harus melakukan proses pemulihan dengan menggunakan manajemen baru dalam jangka waktu 2-5 tahun. Profil risiko dan imbalan yang diantisipasi mirip dengan investasi pada tahap awal.

Bridge Finance

Bridge Finance merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam  suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha. Bridge finance ini berlaku dalam jangka waktu tertentu saja.

Pembiayaan modal ventura pada umumnya bergerak pada usaha berisiko tinggi dan berlaba tinggi pula. Hal ini dikarenakan pembiayaan diberikan kepada perusahaan baru ataupun perusahaan yang memiliki ide-ide kreatif dengan potensi yang sangat besar.

Biasanya, pembiayaan modal bridge digunakan untuk membantu meningkatkan nilai perusahaan. Bridge memiliki masa realisasi 6bulan sampai dengan satu tahun. Sehingga, pembiayaan modal bridge ini mempunyai risiko yang bisa dibilang cukup rendah dibandingkan dengan sistem pembiayaan lainya.

Hambatan Perkembangan Modal Ventura di Indonesia

Meskipun dibentuknya modal ventura adalah membantu para wirausahawan awam supaya bisa menjadi lebih dapat berkembang lagi usahanya. Modal ventura tetap saja memiliki banyak hambatan. Ada banyak hambatan mengakses ke modal ventura ini sendiri pernah dialami oleh CEO online store Bukalapak.

Tapi untungnya. CEO Bukalapak itu masih bisa melewati badai kesulitan yang menghadang. Hingga akhirnya Bukalapak bisa menjadi besar seperti sekarang karena dapat pendanaan dari modal ventura.

Lalu apa saja hambatan-hambatan yang ada pada modal ventura. Berikut beberapa hambatan-hambatan yang akan ditemui ketika suatu perusahaan akan mencoba mengakses modal ventura.

Pertama,  pembentukan perusahaan modal ventura di Indonesia untuk melakukan pembiayaan sebanyak-banyaknya kepada UKM, padahal pada dasarnya penyertaan perusahaan modal ventura dilakukan kepada perusahaan individu yang berstatus perseroan terbatas ( PT ).

Kedua, sumber dana perusahaan modal ventura kebanyakan berasal dari pinjaman daripada modal sendiri. Sifat pinjaman tersebut mengharuskan adanya pembayaran secara tetap dan nominalnya setiap periode sehingga tidak sesuai dengan sifat penyertaan yang nominal penerimaannya fluktuatif dalam setiap periode.

Ketiga, sifat pembiayaan modal ventura adalah pemenuhan kebutuhan keuangan dan kebutuhan non-keuangan, dibutuhkan keahlian spesifik sesuai dengan jenis usaha penerima modal ventura. Oleh karena di Indonesia pembentukan perusahaan modal ventura untuk mendanai sebanyak-banyaknya UKM, maka petugas harus memahami jenis usahanya. Maka petugas biasanya akan mengalami kesulitan untuk dapat membantu menangani berbagai jenis usaha yang dilakukan oleh UKM.

Keempat, UKM itu biasanya sudah terbiasa dengan kredit. UKM lebih terbiasa melakukan pembayaran tetap tiap periodenya layaknya angsuran kredit. Dengan angsuran tetap tiap periodenya, UKM tidak perlu repot untuk menghitung beberapa porsi yang harus dibayarkan tiap periodenya.

Ada beberapa UKM yang memang tidak bersedia menerima pembiayaan dengan model penyertaan. Pertimbangannya adalah bahwa UKM tersebut yang membangun usahanya mulai dari awal. Oleh karena itu, UKM tersebut tidak mau berbagai keuntungan dengan perusahaan modal ventura.

Lebih baik mengeluarkan angsuran tetap sehingga dapat diperkirakan pengeluaran tiap periodenya daripada repot-repot  harus menghitung pembagian keuntungan dengan perusahaan modal ventura tersebut.

Lima, kepemilikan usaha UKM adalah usaha keluarga. Kebanyakan usaha UKM dibangun oleh keluarga sehingga tidak terjadi pemisahan yang jelas antara harta dan milik keluarga. Sehingga, bila diperlukan penyertaan, tentu harus dihitung harta milik usaha untuk menentukan posisi keuntungan antara UKM dengan perusahaan modal ventura. Karena dijalankan oleh keluarga, maka tidak ada laporan kinerja usaha.

Dengan demikian, perusahaan modal ventura akan sulit menentukan kelayakan usaha UKM yang akan dibiayai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACK